Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Waspada Corona, Pemkab Pasuruan Himbau Masyarakat Tinggal di Rumah

Berita Patroli, Pasuruan – Untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Tujuannya agar masyarakat di Kabupaten Pasuruan tetap terjaga imunitas tubuhnya sehingga tidak mudah tertular Covid-19 yang sangat mudah menular.

Himbauan ini disampaikan Komandan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji sebagai bentuk respon cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.  

Pemberlakuan social distancing yang kemudian diperbarui dengan kebijakan physical distancing juga telah diterapkan Pemkab Pasuruan. Setiap orang dihimbau untuk selalu menjaga jaraknya dengan orang lain, minimal sejauh 1 meter dan menggunakan masker.

“Mari kita mengikuti anjuran pemerintah. Apa-apa yang dihimbau pemerintah mari kita lakukan dengan taat dan sebaik-baiknya untuk menjaga diri kita semua. Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus Corona ini, Pemkab Pasuruan melakukan penyemprotan disinfektan pada semua kendaraan yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Pasuruan melalui pintu tol”, tutur Agus.

“Seluruh institusi di Pemkab Pasuruan sudah melaksanakan protokol kesehatan. Sebagai contoh, di kantor Hayam Wuruk ada kebijakan penggunaan handsanitizer dan pengecekan suhu tubuh yang diterapkan ke seluruh karyawan pada saat memasuki pintu gerbang. Kita juga menggunakan mobil polisi dan Damkar untuk melakukan penyemprotan di wilayah Bangil, Beji dan Pandaan. Satgas akan selalu menyerukan untuk selalu menyelamatkan dirinya, keluarganya dan lingkungannya. Masyarakat tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak”, ungkapnya.

Agus menambahkan, pasca ditetapkannya RSUD Bangil sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19, Pemkab Pasuruan telah menyiapkan segala kebutuhan perlengkapannya. Tidak terkecuali ketersediaan baju Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Terlebih keberadaannya sangat dibutuhkan, dimana dalam satu hari harus dipersiapkan minimal 9 APD.

Ditambahkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Agung Basuki, masyarakat harus benar-benar memahami gejala Covid-19. Sehingga harapannya dapat membedakan, mana gejala flu biasa dan mana yang mengarah ke gejala Covid-19.

Menurutnya, gejala Covid-19 mirip dengan flu. Bedanya terletak pada adanya sesak napas pada  pasien Covid-19, karena penularannya bisa pindah melalui perantara udara (air bond). Sehingga sangat mudah berpindah dari satu manusia ke manusia yang lainnya. Namun Agung menegaskan bahwa tidak semua yang sesak napas itu menandakan terjangkit Covid-19, karena bisa jadi itu penyakit asma, TBC dan yang lain sebagainya. @team (muin/hudi/yani/endang/tim)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top