Berita Nasional
Pemilik Stockpile di Desa Adan Adan Kediri Terkesan Remehkan Aparat Hukum
Berita Patroli, Kediri – Aktivitas pertambangan pasir ilegal kembali marak di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Kediri. Hal itu menambah kelam maraknya penambangan pasir ilegal. Begitu juga stockpile tanpa surat alias ilegal bertebaran diwilayah hukum Polres Kediri.
Berdasarkan penelusuran awak media Berita Patroli, usai diberitakan edisi sebelumnya, bahwa stockpile yang keberadaannya bersebelahan dengan makam warga, atau TPU desa Adan Adan sempat di dipertanyakan keabsahan ijinnya.
Hal ini diperkuat dengan argumen dari Kades Adan Adan yang mengatakan bahwa pihaknya tidak diberikan secuil foto copy dari surat ijin stockpile yang diketahui milik orang bernama Kaka.
Mantan Kades Adan Adan, Masfiathul Istiana juga mengatakan, bahwa tidak ada kerja sama, sebatas hanya diberikan kompensasi atas adanya stockpile tersebut, tapi tidak di desa. Saat ditanya apa ada perjanjian di beberapa anggota masyarakat ?, “Aduh mas, saya tidak tahu, pokoknya desa tidak ada,” ujarnya.
“Setahu saya mereka sewa lahan dan tidak ada kerjasama apapun dengan pihak desa. Saya hanya mendengar kalau warga sekitar mendapatkan kompensasi. Bentuk nya apa saya tidak tahu,” imbuhnya, Kamis (2/4/2020).
Sementara, ketika hal itu dikonfirmasi ke Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, dan setelah adanya pemberitaan oleh media, Kapolres Kediri langsung menurunkan tim untuk melakukan cek lapangan.
“Waktu dulu itu pernah dilakukan pengecekan lapangan bahwa ada ijin. Namun kami akan melakukan pengecekan ulang lebih dalam, apakah benar-benar memiliki ijin,” ungkapnya.
Lebih lanjut, “Saya tidak segan-segan untuk menindak stockpile tersebut, entah siapa dibelakangnya, yang jelas sesuai aturan yang berlaku saat ini. Kalau memang stockpile tersebut tidak ada ijinnya, ya tidak layak untuk beroperasi,” tegasnya.
Perlu diketahui, beberapa bulan yang lalu, mengenai aktivitas stockpile tersebut, sempat dipermasalahkan mengenai Pembuangan Limbah Pencucian Pasir ke sungai yang mengaliri sawah tetangga desa Adan Adan, yang berdampak terjadi pencemaran air.
Di lain tempat, nama Gus Mad disebut-sebut dibalik stockpile Adan Adan, tetapi ia dengan tegas membantah, bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan stockpile yang berada di desa Adan Adan.
“Kalau memang dia ngaku kalau itu milik saya, atau menyebutkan saya ada dibalik semua itu, laporkan saja,” kata Gus Mad tokoh karismatik asal Kandangan ini.
Lebih lanjut Gus Mad juga menambahkan, “Bahwa banyak yang mengaku atau menyebut dirinya, apabila sudah ketabrak awak media atau hukum.”
Masih menurutnya, “Saya berharap kepada pemerintah sebagai upaya penegakan hukum pertambangan dan lingkungan hidup, untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas stockpile yang memang tidak ada ijinnya,” ungkapnya.
“Saya berharap pemerintah dan pihak aparat penegak hukum bertindak tegas dan melakukan pemeriksaan dokumen perizinan tambang pasir tersebut. Kalau tidak ada ijinnya ya ditutup saja,” pungkasnya. @bud
