BREAKING NEWS
Tendangan Maut Tewaskan Pesilat Gresik, 2 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jenazah pesilat yang tewas usai ditendang pelatih di Gresik saat diangkut ambulans
Gresik – Berita Patroli – Nyawa seorang pesilat berinisial RNH (17), warga Paciran, Lamongan melayang usai terkena tendangan maut sang pelatih. Ia tewas usai ditendang pelatihnya saat latihan duel di Desa Dalegan, Panceng, Gresik. Saat ini, polisi telah menetapkan dua orang menjadi tersangka.
“Setelah memeriksa enam saksi, kita tetapkan dua orang tersangka atas kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan kepada tim media, Selasa (7/11/2023).
Aldhino menambahkan, setelah melakukan penyelidikan hingga autopsi di RSUD Ibnu Sina, polisi melakukan gelar perkara kasus ini. Hasilnya, dari berbagai keterangan dan barang bukti yang berhasil dikumpulkan, pelatih dan wasit yang berinisial HF dan BA memenuhi unsur pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat.
“Dua orang yang kita tetapkan sebagai tersangka adalah pelatih dan wasitnya. Kita sudah memilik dua barang bukti,” tambahnya.
Dari hasil gelar perkara, wasit yang berinisial HF ini bertanggungjawab atas penyelenggaraan latihan pada malam hari. Padahal, Polres Gresik telah melarang latihan perguruan silat pada malam hari tanpa adanya izin atau pendampingan polisi.
“HF ini bertugas sebagai wasit saat korban melakukan sabung dengan BA. Keduanya juga berstatus sebagai pelatih dalam latihan tersebut,” jelas Aldhino.
Hingga kini, kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan Mapolres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Rencananya, tim penyidik akan menggali keterangan dari pihak keluarga.
“Mengenai kondisi korban sebelum berangkat berlatih, termasuk mencari tahu apakah korban memiliki riwayat penyakit yang diderita,” bebernya.
Selain itu, pihaknya juga akan mendalami standar operasional prosedur (SOP) perguruan silat dalam menjalankan latihan rutin. Sebab, saat peristiwa terjadi, korban tidak menggunakan alat pelindung diri.
“Kami juga akan meminta keterangan dari pihak pengurus perguruan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para tersangka belum memiliki sertifikat atau izin untuk melatih,” pungkas Aldhino.
Sebelumnya, seorang pesilat tewas usai sambung atau duel dengan pelatihnya. Pesilat berinisial RNH (17) warga Paciran, Lamongan ini tewas usai duel di Desa Dalegan, Panceng, Gresik.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Minggu (5/11/2023) malam sekitar pukul 21.00 WaiB. Korban saat itu berlatih dengan teman seperguruan di halaman salah satu sekolah.
Sebelum latihan, pelatih sudah menanyakan kepada seluruh peserta barangkali ada yang sakit. Baik korban dan belasan pesilat lainnya, mengatakan tidak ada siswa yang mengeluh sakit. Sehingga latihan dilanjutkan hingga sesi terakhir sekira pukul 23.30 WIB berupa sesi duel antarsiswa.
(Red)
