BREAKING NEWS
“Terkait Kasus Penganiayaan Ken Admiral, AKBP Achiruddin Divonis 6 Bulan”… Jaksa Ajukan Banding

Rahmi, JPU kasus AKBP Achiruddin
Medan – Berita Patroli – AKBP Achiruddin divonis majelis hakim penjara selama 6 bulan atas kasus penganiayaan terhadap Ken Admiral. Jaksa pun mengajukan banding atas putusan itu.
Hal itu disampaikan Rahmi selaku jaksa penuntut umum seusai persidangan. Dirinya mengaku akan melakukan banding.
“Tanggapannya kami selaku jaksa penuntut umum akan mengajukan banding terhadap putusan hakim tersebut,” kata Rahmi, Selasa (26/9/2023).
Rahmi menyebutkan amar putusan yang disampaikan majelis hakim berbeda dengan pasal yang dituntutkan jaksa. Selain itu, hukuman yang didapat Achiruddin jauh dari tuntutan jaksa.
Kedua alasan itu pun menjadi alasan kuat jaksa melakukan banding.
“Karena beda pasal yang dituntut dan hukumannya jauh dari apa yang kita tuntut,” jelasnya.
Sebelumnya, AKBP Achiruddin divonis majelis hakim dengan pidana penjara selama 6 bulan. Achiruddin dinyatakan bersalah melakukan ancaman kekerasan terhadap orang lain.
“Menyatakan terdakwa Dr Achiruddin Hasibuan SH MH terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara melawan hukum melakukan ancaman kekerasan terhadap orang lain,” kata hakim Oloan, Selasa, (26/9/2023).
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dr Achiruddin Hasibuan SH MH tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 bulan,” lanjutnya.
Sebelumnya AKBP Achiruddin dituntut satu tahun sembilan bulan atau 21 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menilai Achiruddin bersalah karena membiarkan anaknya Aditya Hasibuan melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral.
“Menuntut supaya majelis hakim PN Medan yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa AKBP Achiruddin terbukti bersalah,” kata JPU Rahmi saat membacakan tuntutan di PN Medan Senin (18/9).
“Menjatuhkan pidana terhadap AKBP Achiruddin dengan pidana satu tahun sembilan bulan penjara,” lanjut JPU.
(Red)
