Hukum dan Kriminal
Gegara Jual Wanita Hamil untuk Threesome, Seorang Pria di Mojokerto Divonis 3 Tahun Penjara

Dion saat dihadirkan dalam rilis di Polres Mojokerto
Mojokerto – Berita Patroli – Dion Aryono (20) yang menjual teman wanitanya untuk melayani layanan seks bertiga atau threesome di Mojokerto divonis 3 tahun penjara. Vonis tersebut 2 kali lipat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sidang vonis untuk Dion digelar di Ruangan Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Jalannya sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Husnul Khotimah. Yang mengejutkan, hakim memvonis terdakwa jauh lebih berat dibandingkan tuntutan JPU.
JPU Riska Apriliana menuntut Dion dihukum 1 tahun dan 4 bulan penjara karena dinilai melanggar pasal 296 KUHP pada Kamis (3/8/2023). Yaitu dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan.
“Tuntutan 1 tahun 4 bulan, tiba-tiba putusannya tadi 3 tahun penjara. Vonisnya jauh lebih berat,” kata Penasihat Hukum Dion, Handoyo kepada wartawan di PN Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko, Kamis (31/8/2023).
Handoyo menilai perkara ini cacat hukum. Sebab pria hidung belang selaku pengguna layanan seks threesome yang disediakan Dion, tidak pernah diperiksa dalam persidangan di PN Mojokerto. Keterangan si pria hidung belang hanya tertuang di dalam berkas perkara.
“Menurut saya dengan pembelinya tidak diperiksa di persidangan, perkara ini cacat hukum,” cetusnya.
Kini pilihan untuk menempuh upaya hukum banding sepenuhnya di tangan Dion dan JPU. Sebagai penasihat hukum, Handoyo tentunya menyarankan kliennya untuk banding.
“Menurut saya tidak adil. Saya sarankan terdakwa mengajukan banding,” tandasnya.
Sayangnya, JPU Riska belum merespons ketika dikonfirmasi wartawan terkait vonis yang jauh berat daripada tuntutan.
Dion yang sehari-hari hidup di Surabaya menawarkan teman wanitanya berinisial RAF (21) kepada pria hidung belang melalui grup Facebook. Pemuda asal Rejoso, Nganjuk ini memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali kencan threesome.
Padahal, ketika itu RAF sedang hamil 8 bulan. Wanita asal Nganjuk itu hamil tanpa mempunyai suami. Dari tarif tersebut, Dion menerima bagian Rp 700 ribu, sedangkan RAF menerima Rp 800 ribu.
Aksi Dion akhirnya terhenti setelah digerebek polisi di hotel Jalan Empunala, Kota Mojokerto pada Jumat (17/3/2023) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, polisi menangkap Dion bersama RAF dan seorang pria hidung belang.
(Red)
