Hukum dan Kriminal
Dinilai Sebar Ujaran Kebencian Melalui Medsos, Eks Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah Dituntut 1,5 Tahun Bui

Sidang eks peneliti BRIN di kasus ancam bunuh warga Muhammadiyah
Jombang – Berita Patroli – Eks Peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin (30) dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta. Jaksa menilai Andi terbukti menyebarkan ujaran kebencian melalui medsos.
Tuntutan untuk Andi dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi Prasetyo di ruang sidang Kusuma Atmadja, Pengadilan Negeri (PN) Jombang sekitar pukul 15.55 WIB. Jalannya sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bambang Setyawan, serta Hakim Anggota Muhammad Riduansyah dan Luki Eko Andrianto.
Memakai kemeja putih dan peci hitam, Andi mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas IIB Jombang. Ia didampingi tim penasihat hukumnya berjumlah 4 orang yang hadir langsung di ruang sidang.
Dalam tuntutannya, JPU Adi menilai Andi terbukti bersalah melanggar pasal 45A ayat (2) junto pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Yaitu dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.
“Menuntut majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penahanan. Membebankan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Adi ketika membacakan tuntutan, Kamis (31/8/2023).
Kepada majelis hakim, Andi menyatakan sudah memahami isi surat tuntutan untuk dirinya. Ia mendapatkan kesempatan mengajukan pledoi atau pembelaan di sidang pekan depan. Penasihat hukumnya, Palupi Pusporini juga akan mengajukan pledoi.
“Secara normatif kami menghormati tuntutan jaksa. Kami akan mengajukan pledoi pekan depan untuk menyampaikan hal-hal yang meringankan terdakwa sesuai fakta persidangan,” jelasnya.
Komentar Andi Pangerang melalui akun Facebook AP Hasanuddin yang berisi ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan warga Muhammadiyah, viral pada Minggu (23/4/2023) sekitar pukul 15.30 WIB. Ia membuat komentar tersebut menggunakan ponsel pintar miliknya. Ketika itu, ia berada di rumah ibunya di Perumahan Hijau Daun, Dusun Ketanon, Desa/Kecamatan Diwek, Jombang.
Berikut isi salah satu komentar Andi. “Perlu saya HALALKAN GAK NIH DARAHNYA semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? BANYAK BACOT EMANG!!! SINI SAYA BUNUH KALIAN SATU-SATU. SILAKAN LAPORKAN KOMEN SAYA DENGAN ANCAMAN PASAL PEMBUNUHAN! SAYA SIAP DIPENJARA. SAYA CAPEK LIHAT PERGADUHAN KALIAN”.
Saat itu, eks peneliti astronomi BRIN asal Kelurahan Batusari, Mranggen, Demak, Jateng tersebut ikut berkomentar di postingan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin tentang perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriah antara Muhammadiyah dengan pemerintah.
Komentar tersebut ditulis Andi Pangerang untuk membalas komentar akun Ahmad Fauzan S yang ternyata kader Muhammadiyah. Pengurus Muhammadiyah Jombang pun melaporkan Andi Pangerang Hasanuddin ke polisi pada Senin (24/4/2023). Kasus ini kemudian diambil alih Bareskrim Polri. Tersangka sudah dipecat dari BRIN.
(Red)
