JABAR
Takut Dimarahi Ortu Pergi Sama Pacar, Seorang Mahasiswi Nekat Ngaku Diculik
By

Foto: Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton.
Pandeglang, Banten – Berita Patroli – Terungkap motif seorang mahasiswi di Pandeglang berinisial SLW (20) yang merekayasa jadi korban penculikan hingga melapor ke polisi. Polisi mengatakan mahasiswi itu takut dimarahi orang tua karena pergi bersama pacarnya.
“Kenapa dia buat seperti itu karena pada hari kejadian dia tidak berangkat ke kampus melainkan pergi dengan rekan prianya, takut dimarahi oleh orang tuanya akhirnya dia berbohong sama orang tua, kemudian sama orang tuanya diarahkan untuk buat laporan polisi,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton, Senin (29/5/2023).
Shilton mengatakan usai ketahuan laporan yang dibuat palsu, maka kasus tersebut sudah dihentikan. Dia mengatakan pelapor juga sudah dikembalikan kepada orang tuanya.
“Status sebagai pelapornya kita cabut, perkara kita hentikan. Untuk yang bersangkutan kita kembalikan ke orang tuanya kita lakukan pengawasan,” katanya.
Shilton menghimbau kepada semua masyarakat agar tidak berbuat hal serupa. Sebab menurutnya, memberikan informasi palsu kepada polisi bisa dikenakan pidana.
“Himbauan saya kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Pandeglang untuk tidak melakukan hal serupa karena membuat berita bohong itu dapat diancam dengan sanksi pidana di atas empat tahun,” ujar Shilton.
Sebelumnya, laporan dugaan penculikan itu dilaporkan pada 1 April 2023. SLW mengaku diculik oleh tiga orang pria. Ia kemudian bersama orang tuanya membuat laporan ke Polsek Menes.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton mengatakan tidak ada bukti soal laporan korban yang mengaku menjadi korban penculikan. Menurutnya, laporan yang dilakukan oleh pelapor ke polisi merupakan laporan palsu.
“Akhirnya berdasarkan bukti-bukti yang kita dapat, kita lakukan penegasan dan penekanan terhadap bukti yang kita miliki, pelapor baru mengakui bahwa laporan dia buat itu adalah palsu,” katanya kepada detikcom di Mapolres Pandeglang, Senin (29/5/23).
Shilton juga membantah pengakuan pelapor yang disekap hingga dilecehkan oleh orang tidak dikenal. Berdasarkan bukti CCTV dan hasil kroscek ke lokasi, tidak ada unsur penyekapan hingga pelecehan seperti apa yang telah dilaporkan pelapor.
“Itu tidak ada semua (penculikan dan kekerasan seksual), jadi dari awal yang katanya dia dicuri di bus, dibawa masuk ke dalam mobil, diajak ke Serang dibawa muter-muter, diajak ke kontrakan itu semua nggak ada. Yang benar dia berangkat dari rumah kemudian dia dijemput oleh cowoknya kemudian dia pergi,” ungkapnya. (Red)
