Berita Nasional
Roy Suryo Jalani Sidang Vonis Kasus Meme Stupa Borobudur Hari Ini
Jakarta, Berita Patroli – Sidang kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian meme stupa Borobudur dengan terdakwa Roy Suryo kembali digelar. Sidang masuk pada tahap pembacaan vonis hakim.
Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Rabu (28/12/2022), sidang pembacaan vonis akan dilakukan hari ini. Dalam sidang sebelumnya, Roy Suryo membacakan nota pembelaan dalam kasus meme stupa Borobudur. Roy Suryo mengatakan meme itu bukan dibuat oleh dirinya.
Roy Suryo awalnya mengutip apa yang disebutnya sebagai ucapan tokoh agama Buddha. Roy menyatakan tokoh itu menyebut dirinya tidak melakukan penodaan agama.
“Bahwa menyitir pendapat perkumpulan rohani agama Buddha, yaitu Bhante Mahathera yang menyampaikan bahwa tidak ada penodaan agama umat Buddha karena ada foto stupa yang diedit mirip wajah seseorang, terlebih wajah tersebut mirip dengan tokoh yang sangat dihormati,” kata Roy Suryo di PN Jakbar, Kamis (22/12).
“Itu harus dilihat dari sebuah kreativitas seni yang ada di negara lain, wajah Buddha sering digambarkan sesuai budaya di negara tersebut,” sambungnya.
Roy meminta majelis hakim untuk melihat lampiran bukti foto pertemuan dirinya bersama dengan Bhante Dhammakaro pada 18 Juli 2022. Roy mengaku Bhante Dhammakaro berterima kasih kepadanya karena telah menyuarakan keprihatinan umat Buddha.
“Bahkan tepatnya tanggal 18 Juli 2022, Bhante malah berterima kasih kepada saya untuk menyuarakan keprihatinan umat Buddha meski saya adalah seorang muslim,” ujar Roy Suryo.
“Hal senada juga diberikan organisasi resmi umat Buddha di Indonesia, di mana dalam keterangan saksi Wakil Sekjen Walubi, dalam BAP di bawah sumpah dinyatakan bahwa Walubi secara resmi juga tak keberatan atas kasus ini bahkan menyerahkan persoalan ini yang kecil jangan dibesar-besarkan karena umat Buddha mengajarkan tentang welas asih ini adalah bukti terlampir,” sambungnya.
Roy juga menyebut pelapor tak dapat menunjukkan pendapat rohaniwan Buddha untuk membantah pendapat-pendapat tersebut. Dia menilai dirinya dizalimi dalam kasus meme stupa Borobudur.
“Barang bukti sangat lemah hanya berupa satu lembar print screenshot dari program yang sudah out of date, juga diperoleh dari orang lain termasuk HP milik orang lain,” kata Roy.
Roy juga mengatakan pelapor mengaku tak tahu soal siapa yang membuat dan mengedit meme stupa Borobudur itu. Padahal, dalam laporan polisi, pelapor menyebutkan meme stupa itu mirip dengan wajah Presiden Jokowi.
“Di persidangan yang bersangkutan tidak tahu siapa yang buat dan edit meme yang mirip seseorang padahal di laporan polisi yang bersangkutan jelas menyebutkan meme mirip Bapak Jokowi,” ujar Roy.(red)
