Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Didi Sungkono, S.H.M.H : Mengkultuskan Manusia yang Mengaku Keturunan Nabi adalah Perbudakan Spiritual Masa kini

Berita PATROLI , Jakarta – Tokoh Profesional, Didi Sungkono. S.H.M.H saat diminta tanggapannya terkait aksi maraknya mengkultuskan atau mendewa dewa kan manusia adalah sebuah kemunduran berbangsa dan bernegara, dirinya menyoroti sikap sebagaian masyarakat yang kerap mengelu-elu kan seseorang yang merasa sebagai keturunan Nabi Muhammad.

Kandidat Doktor Hukum ini menganggap sikap seperti itu sebagai perbudakan spiritual.

“Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual, masyarakat harus diberi bimbingan secara benar, biar tidak gampang tersesat dalam beragama, mari kita dukung pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan, jangan pernah memberikan petunjuk yang menyesatkan ummat untuk menentang pemerintahan yang sah, ” Urai Didi Sungkono yang juga seorang Advokat ini.

Lebih jauh Didi mengatakan, dulu Ir Sukarno Presiden pertama RI ,sudah mengkritik keras sikap masyarakat yang terlalu mendewakan seseorang sebagai keturunan Nabi, karena dianggap tak sehat dalam kehidupan bermasyarakat di NKRI.

“Bung Karno adalah manusia yang cerdas, puluhan tahun yang lalu sudah mengkritik keras fenomena yang tidak sehat ini,” terangnya.

Meski demikian,Didi tak menjelaskan kelompok masyarakat mana yang kerap mendewakan seseorang yang mengaku keturunan Nabi.

Belakangan sosok yang tengah disorot masyarakat adalah Imam Besar FPI Habib Rizieq. Banyak masyarakat yang mengelu-elukan Imam Besar FPI ini yang akhirnya pulang setelah 3,5 tahun menetap di Arab Saudi.

Sosok Habib Rizieq pun kerap dikaitkan dengan keturunan Nabi Muhammad. Meski demikian, tak sedikit yang mempertanyakan sosok Rizieq Syihab sebagai seorang Habib karena dianggap keras dalam berbicara, termasuk saat mengkritik pemerintah atau menyinggung pihak lain ( Arinta/Rusli/Wawan/Andrijanto/Khamim )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top