Berita Nasional
Pemegang Polis Bumiputera Cabang Trenggalek Keluhkan Pencairan Klaim
Trenggalek, Berita Patroli – Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Cabang Trenggalek mengeluhkan lambannya pencairan klaim dana asuransi mereka yang sudah lewat masa kontrak. Mereka berharap, pihak Bumiputera dapat bertanggung jawab dan mempercepat pencairan.
Hal tesebut dialami oleh Salah satu nasabah yang bernama , suryani (45) Warga Kampak dan karyani Warga Kecamatan Watulimo yang mengaku kecewa atas lambannya pencairan Asuransi Bumiputera Cabang Trenggalek Tersebut.
Keduanya telah mengajukan pencairan klaim dari Bumiputera kurang lebih dari tujuh bulan yang lalu , namun hingga sekarang belum juga ada pencairan, Pihak nasabah sering menanyakan atas keterlambatan pencairan dana asuransi itu .
Namun, jawabannya selalu sedang dalam proses Padahal semua persyaratan untuk pencairan sudah lengkap sejak lama. naun terus-terusan diminta bersabar oleh pihak bumiputera tanpa adanya kepastian.
Sedangkan Bangun selaku pimpinan cabang Bumiputera Kabupaten Trenggalek ketika dikonfirmasi Team awak Media Patroli pada hari Kamis, 19/11/20 Pukul .09.45 WIB di ruang kerjanya mengatakan bahwa’’ untuk pencairan klaim milik nasabah semuanya itu dari pusat pak, sedangkan kami yang di cabang ini tidak ada kewenangan untuk mencairkan, sehingga apabila ada nasabah yang komplain kami koordinasi dengan pimpinan wilayah dan selanjutnya di teruskan pusat , Karena Perusahaan kami Bumiputera ini mengalami perubahan sehingga pencairan klaim dari nasabah itu sendiri jadi terhabat’’ Ujarnya.
Hal tersebut sangat disayangkan oleh pakar hukum bernama sriwati yang mengatakan bahwa ‘’ didalam Peraturan OJK NOMOR 69 /POJK.05/2016 Tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Asuransi , Perusahaan Asuransi Syariah , Perusahaan Reasuransi Dan Perusahaan Reasuransi Syariah Pasal 40 dijeskan Perusahaan atau unit syariah wajib menyelesaikan pembayaran klaim sesuai jangka waktu pembayaran klaim atau manfaat yang ditetapkan dalam polis asuransi paling lama 30 Hari sejak adanya kesepakatan antara peegang polis , tertanggung atau peserta dengan perusahaan asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah , Perusahaan Reasuransi Dan Perusahaan Reasuransi Syariah. Yang sudah seharusnya pengajuan klaim dapat dicairkan sesuai peraturan yang ada’’ujarnya. (TRING)
