Hukum dan Kriminal
Jambret Kalung Berdalih Kepepet Butuh Susu Anak, 2 Pria Diringkus Aparat

Dok. Polsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya
SURABAYA – Berita Patroli – Dua warga Surabaya nekat menjambret di Jalan Mulyorejo No. 162, Selasa (26/12/2023). Dua orang itu berinisial RS dan AM. Dari pengakuan RS yang menjadi otak dari aksi penjambretan ini, ia berbuat nekat karena anaknya membutuhkan susu.
Kapolsek Mulyorejo, Kompol Sugeng Rianto mengatakan aksi penjambretan itu terjadi pada sore hari saat arus lalu lintas ramai.Saat itu korban yang bekerja sebagai penjaga warung mengenakan kalung emas. Ia sedang menyapu area sekitar warungnya.
“Jadi tersangka berboncengan. Lalu mereka hunting di sekitar Mulyorejo. Mereka sudah berencana karena sama-sama membutuhkan uang,” kata Sugeng Rianto dikonfirmasi tim media, Jumat (9/2/2024).
Saat melintas di Jalan Mulyorejo, kedua tersangka melihat korban menyapu di pinggir jalan sendirian. Keduanya pun langsung melakukan aksinya menarik kalung emas dari leher korban. Sayangnya, korban melawan dan berteriak jambret. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu lantas ramai-ramai mengejar kedua tersangka. “Kebetulan saat itu ada patroli dari Polsek Mulyorejo. Sehingga kami dibantu warga mengejar kedua tersangka,” imbuh Sugeng.
Pelarian kedua tersangka terhenti saat mereka terjatuh dari motor karena panik. RS dan AM tertangkap warga dan harus menjadi samsak hidup. Keduanya pun langsung dibawa ke Polsek Mulyorejo.
Dari pengakuan tersangka, keduanya baru sekali melakukan aksi jambret. Mereka nekat menjambret karena butuh uang. RS membutuhkan uang untuk membeli susu anaknya. Sedangkan AM butuh uang untuk mendapatkan kembali handphone yang digadaikan. “Saya yang mengajak karena butuh uang untuk beli susu. Gaji saya bekerja kurang sehingga nekat aja sudah,” kata RS.
RS mengaku mereka menjambret mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max milik temannya. Karena sudah berniat menjambret, sepasang plat nomor yang terpasang lantas dilepas dan ditaruh di dalam jok. “Teman saya ga tau kalau motornya digunakan untuk menjambret,” tutup RS.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun.
(Red)
