Hukum dan Kriminal
MIRIS !! Gegara tak Dibelikan Motor PCX, Seorang Pemuda di Tulungagung Nekat Aniaya dan Ancam Bunuh Ibunya

Pelaku berhasil diamankan
Tulungagung – Berita Patroli – Seorang pemuda di Tulungagung nekat menganiaya dan mengancam membunuh ibunya sendiri, lantaran tak dibelikan sepeda motor. Kini pelaku harus berurusan dengan polisi.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mujiatno mengatakan pelaku MAK (21) warga Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Pelaku diduga telah berulang kali melakukan pengancaman terhadap ibu kandungnya ST (56).
“Pelaku kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kekerasan dalam rumah tangga dan terkait senjata tajam,” kata Iptu Mujiatno, Rabu (18/10/2023).
Ia menjelaskan bermula pada 2 Oktober 2023, pelaku meminta ibunya agar membelikan sepeda motor PCX. Pelaku juga meminta uang Rp 20 ribu untuk membeli rokok.
“Saat itu pelaku sambil menenteng sebuah sabit. Namun, ibunya tidak menuruti permintaan pelaku,” ujarnya.
Aksi serupa kembali diulangi pelaku pada 9/10/2023. Saat itu pelaku meminta agar ibunya membelikan sepeda motor sambil menyengkelit sebilah pisau.
“Keesokan harinya tanggal (10/10/2023), dia kembali berulah dengan meminta sepeda motor. Dia juga mengacungkan gergaji, dan bilang cepat ambilkan uang, saya tunggu, ambilkan uang sekarang, dimintai uang tidak segera diambilkan, ini apa. Dia sambil memperagakan menyembelih,” ujar Mujiatno menirukan pelaku.
Mujiatno menambahkan keesokan harinya pada (11/10/2023), pelaku kembali meminta uang kepada ibunya ST dan diberi Rp 20 ribu. Merasa kurang, pelaku marah-marah.
“Ibunya jengkel akhirnya menyiramkan air comberan ke pelaku. Ternyata pelaku membalas dengan melempari ibunya menggunakan batu, hingga mengalami luka lebam di dekat mata,” imbuhnya.
Aksi brutal pelaku kembali terjadi keesokan harinya. Pelaku memaksa ibunya menyerahkan uang Rp 100 ribu. Namun, karena tidak diberikan pelaku sempat terlibat tarik-menarik tas korban.
“Korban lari, tapi dikejar pelaku yang membawa parang,” katanya.
Akibat perbuatannya, kini pelaku ditahan polisi dan dijerat Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan Undang-Undang Darurat Tahun 1951.
(Red)
