JATIM
5 Jemaah Haji Asal Magetan Wafat di Tanah Suci

Keluarga Jamaah Haji Asal Magetan
MAGETAN, Berita Patroli – Total sudah lima orang jemaah haji asal Kabupaten Magetan meninggal dunia. Dalam 3 hari terakhir, ada dua jamaah haji yang dilaporkan meninggal di Tanah Suci.
Adalah Supini Parto Jono (87) warga Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan dan Parni Amat Wadji (73) warga Kelurahan/Kecamatan Bendo.
Jamaah Kloter SUB-14 itu dilaporkan meninggal pada Minggu (2/7/2023) pukul 07.00 WIB. Lansia itu sempat dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekkah. Dia memiliki riwayat penyakit jantung.
Keterangan tim kesehatan di Arab Saudi almarhum Supini memiliki riwayat penyakit jantung. Sebelumnya sempat alami serangan jantung pada saat di Madinah.
“Sempat mengalami serangan jantung di Madinah namun tertolong ya, kemudian pada saat wukuf kembali dirawat di KKHI dimungkinkan alami serangan jantung kedua tidak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Magetan Imam Subakti.
Kemudian, pada Senin (3/7/2023), Parni Amat Wadji dikabarkan meninggal. Jamaah Kloter SUB-14 itu memiliki riwayat diabetes dan jantung.
“Untuk jamaah yang wafat atas nama Parni Amat Wadji asal kelurahan Bendo ini, pada saat di Mina kondisinya sempat drop dan sempat dilakukan perawatan hingga kondisinya stabil. Tetapi gulanya relatif tinggi hingga akhirnya meninggal dunia,” terang Imam, Senin (03/07/2023).
Dengan wafatnya almarhum Parni Amat Waji, total jamaah haji asal Kabupaten Magetan yang meninggal dunia sebanyak 5 orang. Empat dari kloter SUB- 14 dan satu orang dari kloter SUB- 13.
“Yang wafat pertama pak Sarbini asal Kelurahan Parang kemudian pak Rohani, pak Sadirun, bu Supini dan pak Parni,” jelasnya.
Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah jemaah haji yang meninggal meningkat. Imam menjelaskan penyebabnya karena banyak jamaah haji yang lansia, usianya di atas 70 tahun.
“Selain lansia para jamaah juga memiliki riwayat sakit. Seperti diabetes hingga jantung. Kalau yang tahun lalu itu hanya satu orang asal Kartoharjo yang wafat di Tanah Suci. ,” imbuhnya.
Jamaah haji masih menjalani puncak haji pada Senin (3/7/2023) telah dilaksanakan Tawaf, untuk Armusna, Arofah, Muzdalifah dan Mina telah selesai.
“Jadi tinggal ibadah Tawaf saja, mengelilingi Ka’bah 7 kali itu. Setelah itu ibadah ibadah sunnah di Masjidil Haram ya. Insyaallah tanggal 10 Juni pulang sampai di Magetan,” pungkasnya.
(Red)
