Hukum dan Kriminal
Event Organizer Study Tour Tipu Siswa di Bekasi hingga Ratusan Juta

Foto: Polisi menetapkan EO tersangka penipuan usai menilai duit ratusan siswa MAN 1 Bekasi yang akan study tour ke Yogyakarta (Dok. Polres Metro Bekasi Kota).
Bekasi – Berita Patroli – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bekasi batal study tour ke Yogyakarta lantaran ditipu pemilik event organizer (EO). Karena tak ada kejelasan, pihak sekolah akhirnya melaporkan pemilik EO itu bernama Aditya Rizky ke polisi.
Penipuan bermula saat Aditya mendatangi sekolah tersebut dan menawarkan jasa tour perusahaannya. Belakangan diketahui perusahaan tersebut fiktif.
Polisi kini telah menangkap pelaku Aditya sebagai tersangka. Selain itu, Aditya pun telah ditahan polisi.
“Sudah ditangkap, Aidtya Rizki Permana selaku pemilik EO,” kata Kapolsek Bekasi Utara Kompol Arwan saat dihubungi wartawan, Senin (12/6/2023).
“Sudah tersangka dan sudah ditahan,” imbuhnya.
Aditya diamankan polisi di MAN 1 Bekasi pada Kamis (8/6). Ia diamankan setelah didatangi ratusan orang tua (ortu) siswa.
“Ditangkap pas tidak mau jadi berangkat itu, karena banyak ortu protes mau berangkat ternyata tidak jadi, sehingga kita amankan,” katanya.
Arwan mengatakan, pada Januari 2023, Aditya mendatangi sekolah untuk menawarkan jasa perusahaannya dan mengajukan proposal. Dia menggunakan nama CV Maju Sukses Bersama untuk perusahaan fiktifnya.
“Terlapor mengajukan proposal tur dan travel ke sekolah MAN 1 Kota Bekasi dengan menggunakan nama perusahaan CV Maju Sukses Bersama, yang fiktif dan tidak ada akta pendiriannya, dengan nama dagang Jogja Holiday Center,” kata Arwan dalam keterangannya, Selasa (13/6/2023).
Sampai akhirnya terjadi kesepakatan dengan pihak sekolah untuk menggunakan jasa event organizer-nya untuk melakukan study tour ke Yogyakarta. Saat itu disepakati biaya per siswa sebesar Rp 1,9 juta dengan jumlah total 288 siswa yang dibayar secara bertahap sebanyak 19 kali sejak 12 Januari hingga 21 Mei 2023.
Total keseluruhan yang diterima pelaku dari hasil tipunya sebesar Rp 474,5 juta. Para siswa tersebut seharusnya berangkat pada 29 Mei 2023, namun tersangka mengundurkan keberangkatan tersebut dan menjanjikan para siswa berangkat pada 8 Juni 2023.
Pelaku menjanjikan delapan bus untuk acara tour tersebut, namun yang datang hanya empat bus. Setelah dicek, ternyata mobil tersebut belum dilunasi padahal uang bayaran study tour sudah dibayarkan seluruhnya.
“Sehingga pelapor melakukan pengecekan kepada pihak bus, namun didapati keterangan bahwa pihak bus hanya dipesan empat unit dan belum dilakukan pembayaran,” ujarnya.
Tak sampai di sana, hotel yang dijanjikan EO pun belum di-booking. Sehari setelahnya, pihak sekolah menagih janji kepada EO, namun tidak ada jawaban.
“Kemudian pelapor juga melakukan pengecekan kepada pihak hotel yang dijanjikan terlapor dan diketahui bahwa tidak ada pem-booking-an ke pihak hotel oleh terlapor. Kemudian pada tanggal 9 Juni 2023, pihak MAN 1 meminta untuk kepastian keberangkatan study tour. Setelah ditanyakan kepada terlapor, tidak ada kepastian,” jelasnya.
Arwan mengungkapkan alasan pelaku nekat melakukan penipuan. Kepada polisi, pelaku mengaku uang hasil menipu untuk membayar utang.
“Pengakuannya buat bayar utang,” ujar Arwan.
Arwan mengatakan tersangka Aditya memiliki utang di mana-mana. Jumlah utangnya pun bervariasi.
“Macam-macam, ada yang Rp 50 juta, ada Rp 100 juta,” imbuhnya.
Ia menduga tersangka melakukan penipuan buat tutup lubang-gali lubang. Tersangka sendiri mengaku telah membayarkan uang para siswa buat akomodasi hotel dan bus.
“Tetapi kita minta bukti pembayaran hotel dia tidak bisa menunjukkan. Ya duitnya dipakai buat nutupin utang-utangnya itu,” katanya. (Red)
