Hukum dan Kriminal
Seorang Pria Sadis Di Sumatera Utara Yang Tega Memutilasi dan Merebus Istrinya Dituntut Penjara Seumur Hidup

Wajah pria pembunuh dan pemutilasi istri di Humbahas.
Medan – Berita Patroli – Harapan Munthe, terdakwa pembunuhan dengan cara memutilasi hingga membakar dan memasak daging istrinya di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut dituntut penjara seumur hidup.
Dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tarutung, yang dilihat detikSumut, Minggu (14/5/2023), sidang tuntutan terhadap Harapan Munthe digelar, Kamis (11/5).
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup.
“Menuntut supaya majelis hakim di Pengadilan Negeri Tarutung yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama seumur hidup,” ujar JPU.
Dijelaskan Jaksa, terdakwa terbukti bersalah karena membunuh istrinya dan menjerat terdakwa dengan Pasal 340 KUHPidana.
“Menyatakan terdakwa Harapan Munthe terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, sebagaimana dalam Pasal 340 KUHPidana pada dakwaan primair penuntut umum,” jelasnya.
Peristiwa itu berawal pada Jumat (11/11/2022) pagi di rumah pelaku di Desa Pasaribu, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, saat itu, pelaku sedang berada di kamar bersama anaknya, AM, sedangkan istrinya tengah memasak di dapur.
Selesai memasak, korban menuju kamar mereka sambil membawa piring yang berisi nasi dan lauk untuk anaknya. Ia juga menyuruh suaminya untuk makan.
Saat sedang makan, terdakwa mengungkit perlakuan tak mengenakkan korban kepadanya ketika dirawat di Rumah Sakit Jiwa di Medan. Korban diketahui sering memperlakukan pelaku tidak pantas dan sering berkata-kata kasar.
Mendengar pelaku mengungkit hal itu, korban lalu memaki pelaku dengan mengatakan ‘ama-ama te do ho’ (suami tai nya kau).
Tersulut emosi, pelaku langsung berdiri memiting leher korban sambil bertanya apakah korban masih mau hidup. Korban sempat minta maaf dan meminta agar dibunuh.
Sambil terus memiting leher korban, terdakwa lalu mengambil pisau belati sepanjang 30 cm yang telah dipindahkannya dari dapur ke atas lemari kamar.
Korban sempat berusaha untuk mengambil pisau tersebut hingga namun, terdakwa langsung menusukkan pisau tersebut ke leher kanan korban sebanyak satu kali hingga korban terjatuh dan telungkup ke lantai.
Sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku lalu menyeret tubuh korban ke dapur, mengambil pisau dan menusuk dada korban sebanyak dua kali memastikan korban sudah tewas.
Sekitar pukul 19.00 WIB, terdakwa memotong bagian leher korban. Potongan kepala dimasukkan pelaku ke dalam karung kemudian terdakwa mengambilsebuah selimut dan sarung untuk menutupi tubuh korban. Pelaku lalu pergi ke kamar dan tidur bersama anaknya.
Kemudian, sekitar Pukul 23.00 WIB terdakwa terbangun dan kembali ke dapur dan memotong bagian pergelangan tangan kanan, lengan bawah kanan dan lengan atas kanan, kemudian mengambil panci dan memasukkan potongan pergelangan tangan kanan korban ke dalam panci tersebut dan mencucinya di kamar mandi.
Setelah itu, terdakwa memasukkan air ke dalam panci tersebut dan meletakkan panci tersebut di atas kompor dan memasaknya. Pelaku berulang kali memotong bagian tubuh istrinya itu bahkan sempat mencicipi air kukusan dalam panci tersebut.
Potongan tubuh lain korban dibungkus dan dimasukkan di dalam karung. Kemudian dibawa ke ladang yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya lalu dibakar pelaku.
Sepulang dari kejadian itu, pelaku bertemu dengan keponakannya dan mengatakan bahwa dirinya telah membunuh istrinya. Keponakan pelaku yang mengetahui itu, lalu melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tak lama, petugas kepolisian pun tiba di rumah pelaku dan menangkapnya. (Red)
