Berita Nasional
Buru MSAT, Ratusan Pasukan Brimob Kembali Kepung Pondok Ploso Jombang
Jombang, Berita Patroli– Ratusan pasukan dari Brimbob Polda Jatim dan Polres Jombang mendatangi Pondok Pesantren Majmal Bahrain (Shiddiqiyyah) Desa Losari Kecamatan Ploso Jombang, Kamis (7/7/2022) pagi. Kedatangan mereka diduga untuk menangkap DPO kasus pencabulan MSAT (42), yang merupakan putra dari pengasuh pondok tersebut.
Korps berseragam coklat itu datang dengan berbagai kendaraan. Ada yang datang menggunakan mobil patroli juga ada yang menggunakan kendaraan bermotor. Mereka kemudian berjalan menuju pondok yang berada di tepi jalan raya Jombang – Lamongan itu. Pasukan membawa tameng dan pentungan.
Tentu saja, jalan raya tersebut ditutup untuk sementara. Sirine kendaraan juga terdengar bersahutan. Situasi di dalam pondok nampak ramai. Pengikut pondok tersebut nampak berada di gerbang masuk. Hingga pukul 09.WIB dikabarkan terjadi aksi saling dorong antara kedua belah pihak.
MSAT merupakan anak seorang kiai di Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Pada Oktober 2019, MSAT dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.
Korban adalah salah satu santri atau anak didik MSAT. Selama penyidikan oleh Polres Jombang, MSAT tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Kendati demikian MSAT telah ditetapkan sebagai tersangka pada November 2019.
Kasus ini kemudian ditangani Polda Jatim. Namun polisi ternyata belum bisa mengamankan MSAT. Upaya jemput paksa pun sempat dihalang-halangi jemaah pesantren setempat. MSAT lalu menggugat Kapolda Jatim. Ia menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah. Namun gugatan praperadilan itu ditolak hakim .
Dia mengajukan ulang praperadilan di Pengadilan Negeri Jombang, setelah kalah dalam praperadilan pertama di Surabaya. Ada empat pihak yang menjadi termohon/tergugat. Di antaranya, Kepala Kepolisian Resor Jombang (Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang), Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim), serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Timur).
Namun lagi-lagi upaya praperadilan tersebut ditolak oleh hakim PN Jombang. Praktis bola panas kasus ini berada di tangan polisi. Apalagi status MSA sudah menjadi DPO sejak beberapa waktu lalu. (team)
