Berita Nasional
APARAT PENEGAK HUKUM Di Duga Di Bawah KETIAK BOS Galian Illegal Ngancar Yang Sakti Mandraguna
Berita Patroli Kediri – Aktifitas galian pasir ilegal yang berada dialiran sungai lahar gunung kelud terutama desa sempu dan manggis yang melintasi beberapa desa di kecamatan Ngancar kabupaten Kediri sangat memprihatinkan.
Dampak aktifitas pencurian atau maling sumber daya alam(SDA) jenis pasir dan batuan ini jelas sudah merusak lingkungan serta merugikan negara (illegal mining), serta pencurian BBM subsidi yang tak sesuai peruntukannya yaitu untuk bahan bakar excavator dan backhoe.
Meski sudah melanggar UU minerba dan migas para pelaku tetap eksis menjalankan aktifitasnya dengan beking beberapa oknum aparat penegak hukum mulai dari sektor, resort hingga jajaran setingkat propinsi.
Lokasi galian pasir ilegal hanya 1 titik galian sekarang di sepanjang aliran lahar sumber banteng desa Sempu hingga ke bawah melintasi desa Manggis kecamatan Ngancar Kediri.
Dari lokasi galian yang sudah berjalan hampir 3 bulan ini setidaknya ada 1-2 alat berat dititik lokasi galian. Dari keterangan beberapa pekerja galian (ceker) dalam satu hari kalau sepi bisa menjual pasir antara 10-20 truk (8 kubik).
Namun pada bulan proyek pemerintah yang saat ini berjalan mereka mampu menjual 30-50 truk pasir hitam.dulu sejak ada corona sepi dan sehari bisa jual 6 truk sudah bagus mas, bulan ini proyek pemerintah sudah jalan kami bisa jual 30-50truk,” ujar GS
Hasil investigasi team dilapangan kemarin,puluhan armada truk terfokus di Sempu dan Mangis untuk mengambil pasir hitam. Dampak baru di musim penghujan ini jalan desa jadi rusak dan terdapat genangan air seperti bendungan, tak jarang beberapa sekitar terdampak buruk bagi kesehatan.
Dampak lain yang terjadi jalan desa rusak dan hancur karena truk yang membawa muatan pasir melebihi tonase jalan. Sebenarnya kami warga sini mendapatkan kopensasi dari para penambang pasir untuk lingkungan, namun kopensasi yang kita dapat hanya di nikmati segelir orang saja, sedangkan kami warga kecil terimbas debu jalan serta tak jarang terjadi kecelakaan akibat jalan rusak dan berlobang,” ujar H salah satu warga manggis.
di lapangan setidaknya sejarang ada 1 lokasi galian ilegal yang sangat sakti mandraguna milik ngaini alias bedun dan andik yang semuanya ilegal. Selain itu aktifitas mereka juga gunakan solar subsidi yang di beli dari warga sekitar, 700 perak lebih mahal jika mereka beli di spbu solar subsidi seharga 5,150 / liter.
Salah satu pengepul solar,sebut saja TH mengaku dalam sehari dirinya mampu mensuplay solar subsidi sekitar 100-150 liter/ lokasi. Dalam sehari sedianya ada yang harus di layani kebutuhan solar 3-4 lokasi galian yang gunakan alat berat,solar kita beli dari spbu ponggok, Ngancar, Nglegok dan sekitar wates Kediri, untuk solar kita ambil untung 700 perak sampai di lokasi alat beratnya, kalau solar non subsidi 9300 ribu / liternya kita bisa minus,” terangnya.
Saat dihubungi melalui whatsapp kapolsek ngancar AKP.Priyo menuturkan”mas tolong ke polres aja konfirmasinya atau ke humas..”statement kapolsek sangat ganjil dan seolah tidak berani memberikan jawaban mengenai praktek penambangan illegal tersebut.hal serupa juga terjadi saat beritapatroli menghubungi kanit pidsus polres kediri IPDA.Indro melalui telepon selulernya”ya mas ada apa, lalu menjawab halo halo seolah hubungan telepon tersebut tidak menyambung.
Tempat terpisah kapolres kediri AKBP.Lukman Cahyono dikonfirmasi terkait aktivitas penambangan Bedun dan Andik langsung merespon,” ok mas saya perintahkan kasatreskrim untuk menghentikan kegiatan,jika masih nakal akan saya tindak”tegasnya.

Dampak Penambangan seperti kolam renang kawah
Dipastikan dalam sebulan kerugian negara akibat galian ilegal dan penyalahgunaan solar subsidi ini mencapai puluhan juta rupiah.Dalam UU nomer 22 tahun 2001 tentang migas serta UU Minerba nomer 4 tahun 2009, masing-masing diancam dengan kurungan 2 tahun serta denda masing-masing 6 milyar. Hingga berita ini di turunkan pihak polsek Ngancar dan polres kabupaten Kediri belum bisa dikonfirmasi. Bersambung ungkap keterangan penambang pasir yang setor upeti ke sejumlah oknum hingga puluhan juta dalam sebulanya.
Sampai berita ini diturunkan praktek penambangan liar dan sakti mandraguna milik bedun dan andik masih beraktifitas.(team upin&ipin)
